Otomasi media · 1 menit baca
ISMA
★ Dipakai di production sebuah perusahaan
Bawa YouTube Shorts sampai ke Instagram — cari videonya, siapin, jadwalin, terus posting. Sekarang jadi bagian kerjaan harian sebuah perusahaan.
/ 01
Masalahnya
Mindahin YouTube Short ke Instagram kelihatannya gampang — sampai harus tiap hari. Cari videonya, siapin file-nya, tentuin jamnya, terus cek beneran ke-posting atau nggak. Kalau manual terus, siklus itu makan waktu dan diam-diam ada posting yang kelewat.
☝ Coba versi mininya
/ 02
Keputusan yang penting
- 1
Playlist yang nentuin rute
Daripada bikin halaman pengaturan, playlist tempat Short itu masuk yang nentuin cara publikasinya — Reels biasa atau collab. Tim tetap kerja di tool yang udah biasa mereka pakai.
- 2
Tiap langkah jadi job yang dilacak
Unduh, siapin, jadwalin, dan posting jalan sebagai job di engine SQLite lengkap dengan retry dan pembatalan. Kalau respons Instagram API nggak jelas, ISMA ngecek dulu postingannya udah ada atau belum sebelum nyoba lagi — nggak ada posting dobel.
- 3
Komponen sesedikit mungkin
Awalnya SyncPost: n8n, Postgres, dan worker Mac terpisah. Semuanya aku satuin jadi satu layanan di satu Mac mini tanpa database eksternal — lebih sedikit yang bisa rusak, lebih sedikit yang perlu dijagain.
- 4
Kontrol di tempat tim udah ngumpul
Perintah Slack /check dengan tombol aksi plus dashboard kecil, dua-duanya baca job engine yang sama. Ngecek antrean cukup satu pesan.
/ 03
Alurnya
01
Short baru
terdeteksi, rute dari playlist
02
Siapin
yt-dlp + FFmpeg
03
Jadwal
waktu WITA
04
Posting
Reels & collab via Graph API
05
Cek
Slack /check + dashboard
/ 04
Hasilnya
- ✦Jalan di production sebagai bagian dari kerjaan harian sebuah perusahaan
- ✦Siklus cari → siapin → jadwalin → cek nggak perlu dipegang orang lagi
- ✦Satu mesin, tanpa database eksternal, tiap langkah kelihatan dan bisa diulang
Dibangun pakai
- Python
- FastAPI
- SQLite
- yt-dlp
- FFmpeg
- Instagram / Slack API